• Tersedia Token Listrik Prabayar

    Kami membuka peluang usaha untuk menjadi agen penjualan token listrik prabayar. PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), saat ini, tengah gencar menggelar program pemindahan layanan jaringan listrik dari pascabayar menjadi prabayar. Jumlah pelanggan listrik prabayar sudah mencapai 1,7 juta pelanggan dari total 41 juta pelanggan PLN sampai akhir tahun lalu.(sumber www.pln.co.id) Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat. Maka dari itu kami sarankan mulailah dari sekarang untuk segera menjadi agen penjaulan token listrik prabayar di daerah anda

  • Distributor Pulsa Elektrik

    Server Kami juga melayan pembelian pulsa elektrik untuk semua operator GSM dan CDMA. Jangan siasiakan kesempatan ini, karena bisnis pulsa selama ini selalu stabil atau bisa dibilang tidak ada matinya. Untuk Anda yang berjiwa marketer, Anda bisa mendownlinekan ke orang lain dan Anda akan mendapat bonus dari setiap transaksi yang dilakukan oleh agen-agen downline Anda. Kami memberi GARANSI, jika transaksi dan pelayan kami tidak memuaskan, DEPOSIT atau uang anda kami kembalikan

  • PPOB(Payment Point Online Bank)

    Kami juga membuka pendaftaran agen PPOB seluruh wilayah indonesia, Jakarta, yogyakarta, surabaya, kalimantan, mataram NTB, NTT, Papua dan Daerah lainya. PPOB(Payment Point Online Bank) merupakan layanan pembayaran tagihan listrik dan tagihan lainnya secara online. Selain tagihan PLN juga bisa untuk pembayaran Telkom, Speedy, dan Flexi Pascabayar

  • Voucher Telivisi Prabayar

    Kami Juga Melayani Pengisian Voucher Telivisi Prabayar. Hanya dengan satu chip, anda juga dapat melakukan transaksi penjaulan voucher TV prabayar TELKOM VISION. Selain kemudahan tersebut kami juga menawarkan harga pokok yg sangat murah di banding kopetitor lain. Untuk harga silakan anda klik disini

  • Voucher Game Online

    Voucher Game Online Terlengkap dan Termurah. CABAL ONLINE,CANAAN ONLINE,E-PINS,FASTBLACK,GEMSCOOL,GOGAME,GOL ONLINE,IAHGAMES,ITUNESGIFTCARD,KORAM GAME,LYTO, MAINKANCOM,MEGAXUS,MOLPOINT,ORANGE GAME,PLAYON,PLAY POINT,SERENITY,SPIN,TERACORD,VTC ONLINE,MYCARD,WAVE GAME,WINNER CARD,ZYNGA. Untuk HARGA silakan klik disini

Tampilkan postingan dengan label VAS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label VAS. Tampilkan semua postingan

Layanan RBT stop, bisnis musik drop



Penghentian layanan SMS premium memang perlu supaya tak merugikan konsumen. Tapi, caranya harus hati-hati dan selektif.


Maklum, penghentian SMS premium itu tidak hanya memukul bisnis layanan penyedia konten atau content provider. Cara ini juga mencemaskan pengusaha industri kreatif yang mendukungnya. Sebut saja bisnis musik dan pengembangan permainan permainan (game) ponsel.

Suwardi Widjaja, Direktur PT Aquarius Musikindo, menuturkan, penghentian layanan SMS premium akan menggoyang bisnis label musik. Sebab, saat ini 80%-90% pendapatannya berasal dari layanan ring back tone (RBT), atau nada sambung pribadi (NSP). "Jika RBT dihentikan, industri rekaman akan mati," katanya, Senin (17/10).

Selama ini Aquarius memiliki kontrak kerjasama penjualan RBT hampir dengan semua operator. Dalam kontrak yang berdurasi satu tahun , Aquarius mendapat pembagian profit sharing bervariasi, antara 40%-60%.

Ia menuturkan, penghentian layanan SMS tersebut bisa mengancam putusnya kontrak kerjasama Aquarius dengan operator seluler. "Kami bingung kalau tiba-tiba kontrak terganggu, apakah bisa masuk dalam kondisi force majeure atau tidak," ungkapnya.

Suwardi menuturkan untuk menjual RBT, Aquarius menggandeng 20 artis dalam negeri. Rata-rata tarif berlangganan RBT Aquarius sebesar Rp 3.000 per minggu. "Jika dihentikan, kami kesulitan mencari pendapatan baru," ungkapnya.

Hal senada dikemukakan Direktur PT Nagaswara, Rahayu Kertawiguna. Ia menuturkan, kebijakan ini mengancam pertumbuhan bisnis RBT yang tumbuh hingga sebesar 10% tiap tahun. "Apalagi kontribusi RBT terhadap pendapatan perusahaan adalah sebesar 85%. Sedangkan 15% bergantung dari penjualan CD," ungkapnya.

Ia menuturkan Nagaswara bekerjasama dengan content provider untuk memasarkan lagu dari 300 artis Nagaswara melalui operator. Jadi, pendapatan dari jualan RBT dibagi tiga pihak yakni operator seluler, content provider dan Nagaswara. "Kami selalu dapat porsi lebih kecil dari operator dan content provider," ungkapnya.

Tidak dapat royalti
Musisi senior, Melly Goeslaw, berpendapat, RBT adalah satu-satunya jalan untuk bisa menghidupkan industri kreatif khususnya industri musik. "Meski hanya sementara, banyak pihak dirugikan termasuk musisi yang terancam tak dapat royalti," ungkapnya.

Ia menuturkan, pendapatan artis lima tahun lalu berasal dari penjualan kaset, dan CD. Penjualan kaset kala itu bisa menembus angka 40 juta keping per tahun. Sedangkan penjualan CD bisa menembus angka dua juta keping per tahun. "Namun sekarang untuk mencapai penjualan sekitar 10.000 keping saja sangat sulit," ungkapnya.

Karena itu, Melly Goeslaw menuturkan, kemarin (18/10) malam, ia bersama sejumlah musisi lain mengadu ke Komisi I DPR. Mereka berharap DPR agar menekan pemerintah untuk membatalkan kebijakan yang berlaku mulai Selasa ini.

Pandangan senada juga dikemukakan Arief Widyasa, pengembang game lokal dari PT Agate Studio. Ia bilang, sekalipun perlu ada sikap tegas, sebaiknya jangan mematikan industri secara keseluruhan.

Saat ini Agate menjual game berjudul Football Saga, melalui kerjasama dengan semua operator telepon. Rata-rata satu hari gamenya diakses oleh 2.000-3.000 pengguna aktif telepon seluler. "Kami berharap tidak ada yang dirugikan," ungkapnya.





 [http://industri.kontan.co.id/v2/read/1318902391/80257/Layanan-RBT-stop-bisnis-musik-drop-]

XL: Banyak Faktor Penyebab 'Pencurian' Pulsa



Pelanggan seluler di Indonesia banyak yang mengeluh pemotongan pulsa secara sepihak oleh penyedia layanan konten. Aksi ini dinilai sebagai pencurian pulsa, karena pelanggan tidak pernah merasa registrasi layanan konten yang memotong pulsanya,

Menanggapi berbagai keluhan soal itu, operator seluler XL Axiata menilai banyak faktor terjadinya 'pencurian' pulsa. Baik itu dari sisi pelanggan, penyedia layanan konten atau mungkin perangkat seluler.

“Ada banyak faktor, bisa ekternal atau internal,” kata General Manager Corporate Communication XL Axiata, Febriati Nadira, saat dihubungi VIVAnews.com, Kamis malam, 8 September 2011.

Dari sisi internal, menurut Ira, pelanggan bisa saja kurang memahami mekanisme yang ditawarkan dalam layanan tersebut. Ini menyebabkan pelanggan merasa dirugikan dengan terpotongnya pulsa, sedangkan pelanggan tidak menginginkan konten itu.

Sedangkan dari sisi eksternal, 'pencurian' pulsa ini bisa diakibatkan karena salah setting pada perangkat selulernya. Untuk itu ia meminta kepada pelanggan XL agar mengadukan semua keluhan layanan. “Kami sudah menyediakan semua channel, 24 jam untuk menampung keluhan,” ujarnya.


Menurut Ira, keluhan bisa disampaikan dengan datang langsung ke gerai XL terdekat, email, menelpon call centre, layanan *123#, hingga melalui akun twitter @xl123 dan grup facebook di xlrame.  "XL sangat terbuka dengan keluhan dari pelanggan. Kami transparan kok,” kata Ira.

XL, kata Ira, tidak akan melakukan penipuan kepada pelanggan, karena semua program layanan sudah berpedoman pada regulasi yang ada. “Semua informasi layanan sudah detail dan palanggan juga setuju,” katanya.

Jika permasalahan ada pada pihak ketiga atau penyedia layanan konten, maka menurut Ira, selama ini XL telah menjalin kerjasama dengan penyedia layanan konten yang berkualifikasi baik.




[http://teknologi.vivanews.com/news/read/245674-soal--pencurian--pulsa--xl-mengaku-transparan]

Pemotongan Pulsa Bermodus Konten Dikeluhkan

Pengguna seluler di Indonesia kini semakin mempermasalahkan banyaknya operator penyedia konten yang mengakibatkan berkurangnya pulsa. Terlebih lagi, aneka ragam konten itu masuk dan memotong pulsa bukan atas kehendak sendiri.

Atas ketidaknyamanan ini, kemudian muncul sebuah halaman grup di Facebook, yang mengeluhkan modus baru pemotongan pulsa tersebut. Grup yang dinamakan "Stop Pencurian Pulsa dengan Modus Menjual Content" itu pun kemudiaan diikuti 14.738 facebooker, yang menganggap aksi operator penyedia konten melakukan pencurian pulsa.

Dalam halaman grup itu, facebooker yang tergabung di dalamnya mengutuk aksi yang merugikan. Tidak hanya ke operator penyedia konten, operator pun menjadi sasaran kekesalan mereka akibat pulsa terpotong secara paksa.

Menangapi ini, anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indoesia, Heru Sutadi, mengatakan operator seluler juga bertanggung jawab terhadap 'pencurian' pulsa itu. Pada prinsipnya, operator wajib memberikan informasi yang detail kepada konsumen terkait semua layanan yang disediakan.

Heru menjelaskan, dalam  Peraturan Menteri Komunikasi dan Informasi No.1 Tahun 2009, sudah ditentukan soal layanan. Salah satunya, terkait dengan SMS.

“Dalam Peraturan Menteri sudah ada ketentuan soal kewajiban operator untuk memberikan informasi detail soal layanannya,” kata Heru, ketika dihubungi VIVAnews, 8 September 2011.

Terkait dengan keluhan konsumen, Heru menambahkan. “Sepanjang operator memberikan info detail, itu bisa diterima. Namun, jika operator tidak fair, itu melanggar UU layanan konsumen,” tambah Heru.

Indosat, salah satu operator seluler, kemudian mengatakan akan menanggapi keluhan ini setelah mempelajari kasusnya. Indosat masih mengumpulkan data terkait operator penyedia jasa konten, dan bagaimana pemotongan pulsa itu bisa terjadi.

"Nanti, kami pelajari dulu data kasuistiknya," kata Public Relation Indosat, Djarot Handoko, saat dihubungi via telepon.





[http://teknologi.vivanews.com/news/read/245584-pemotongan-pulsa-bermodus-konten-dikeluhkan]

XL Makin Serius Garap Mobile Advertising



XL Axiata makin serius saja menggelutu bisnis mobile advertising. Operator yang memiliki sekitar 40 juta pelanggan ini tengah melakukan profiling pelanggan.

''Melalui profiling pelanggan, diharapkan bisa diketahui dengan tepat apa preferensi pelanggan,'' kata kata Senior Vice President Branding & Communication XL Axiata Tommy Wattimena. Dengan mengetahui preferensi pelanggan mudah diprediksi pula informasi dan up date seperti apa yang dilakukan pelanggan.

Profiling pelanggan dilakukan bersamaan dengan pengembangan layanan XL Xtra. XL Xtra sendiri merupakan layanan mobile advertising yang dikembangkan XL bersama dengan mitranya dari Australia.

Banyak kalangan menyatakan bahwa mobile advertising bakal menjadi lahan bisnis baru operator seluler di Indonesia, mengingat tingginya potensi pasar sektor ini. ''Indonesia tercatat sebagai pasar mobile advertising terbesar di dunia. Ia mampu mengalahkan India atau Cina,'' kata  Tommy Wattimena. POtensi pasar ini, tentu saja, tidak disia-siakan operator seperti XL.

Berapa sebenarnya nilai pasar mobile advertising di Indonesia?  Tommy tidak memberikan data kuantitatif yang rinci mengenai pasar mobile advertising di Indonesia. Ia hanya menyebutkan bahwa pasar mobile Ada di Indonesia terbesar di dunia. Ia juga tidak memberikan rincian mengenai pertumbuhan pasar ini.

Berbagai analis memang menyatakan bahwa pasar mobile advertising di Indonesia sangat besar. BuzzCity Pte Ltd, misalnya Perusahaan jasa periklanan mobile global yang berbasis di Singapura, pernah mengestimasi bahwa pasar mobile advertising (iklan mobile) di Indonesia naik sebesar 30 persen per kuartal.

Cepatnya pertumbuhan pengguna seluler di Indonesia memang membuka peluang pertumbuhan mobile advertising. Karena seiring dengan pertumbuhan pengguna seluler muncul aneka kebutuhan baru para pengguna seluler itu sendiri.

"Saat ini ponsel bisa dikatakan sebagai perpanjangan tubuh seseorang. Setiap pagi benda pertama yang dicari banyak orang adalah ponsel mereka, begitu juga setiap malam sebelum tidur. Ketergantungan seseorang terhadap ponsel dan layanan mobile semakin meningkat," paparnya.

Sekalipun mobile advertising akan tumbuh seiring dengan perkembangan perilaku pengguna ponsel. Tommy menepis anggapan bahwa mobile advertising akan menggantikan perikalanan tradisional. "Mobile advertising lebih tepat dikatakan sebagai komplementer dari iklan-iklan tradisional. Karena masyarakat toh tidak berhenti menonton televisi dan membaca surat kabar atau majalah," papar Tommy.





[http://www.republika.co.id/berita/trendtek/telekomunikasi/11/07/20/lolwg6-xl-makin-serius-garap-mobile-advertising]

Hibur Masyarakat Bali, Telkomsel Gelar Wayang Cenk Blong



Guna menghibur pelanggannya, perusahaan seluler PT Telkomsel, menjadwalkan pementasan wayang Cenk Blong di Lapangan Astina Gianyar, Bali, Ahad (3/7). Acara itu kata Corcom Telkomsel Regional Bali-Nusra, Hari Purwanto, guna menghibur masyarakat setempat, sekaligus turut melestarikan budaya daerah Bali.

"Roadshow wayang Cenk Blong untuk umum ini, juga merupakan bagian dari kegiatan Bali Banjar Mandiri (BBM)," kata Hari di Denpasar, Sabtu (2/7) petang. Bersama Supervisor Community & Segmented Customer Telkomsel Branch Denpasar, I Wayan Eka Wiryawan, Hari menjelaskan, pertunjukan itu juga merupakan kelanjutan dari kegiatan Dharma Shanti Telkomsel 2011.

Kabupaten Gianyar mendapatkan kesempatan pertama, setelah itu akan disusul kabupaten lainnya. Sementara itu Wiryawan mengatakan, sebelum pertunjukan utama Wayang Cenk Blok itu, pihaknya akan menggelar berbagai permainan yang menyediakan ratusan paket hadiah untuk pengunjung. Saat itu juga akan diberikan penawaran paket "bundling" telepon seluler dalam bursa penjualan produk yang tergolong murah.

Masyarakat yang datang menonton jelas Wiryawan, memiliki kesempatan mendapatkan hadiah berupa lima unit telepon seluler (smartphone) hanya dengan membeli kartu AS edisi Hindu seharga Rp 2.000. Dengan menggunakan kartu As edisi Hindu, pelanggan dapat menikmati tarif paling murah, yakni Rp 0 dan gratis ribuan SMS ke seluruh operator. "Pelanggan juga dapat memanfaatkan layanan rohani berupa kalender Hindu, dharma wacana pedanda sampai ajaran Bhagawad Gita," katanya.

Dikatakannya, seluruh layanan rohani Hindu tersebut dapat dinikmati pelanggan secara gratis selama tujuh hari, dengan terlebih dahulu mengakses *124*9# . Setelah mendapatkan paket layanan rohani Hindu secara gratis selama tujuh hari, berikutnya pelanggan akan diberikan penawaran paket berlangganan dengan tarif rata-rata hanya Rp 500 per SMS.






 [http://www.republika.co.id/berita/trendtek/telekomunikasi/11/07/03/lnq1vc-hibur-masyarakat-bali-telkomsel-gelar-watang-cenk-blong]

Smartfren targetkan 10 juta pelanggan

Operator telekomunikasi Smartfren menargetkan jumlah pengguna layanannya hingga akhir tahun ini menjadi 10 juta pelanggan, menyusul telah diselesaikannya proyek Business Support System (BSS) dan Value Added Service (VAS).

Proyek BSS dan VAS tersebut merupakan solusi migrasi layanan pascamerger PT Smart Telecom dan PT Mobile-8, yang antara lain ditujukan untuk meningkatkan efisiensi dan efektifitas layanan kepada pelanggan.

Chief Technology Officer Smartfren Merza Fachys menyatakan penyelesaian proyek BSS dan VAS tersebut merupakan langkah yang harus ditempuh untuk dapat bersaing dalam industri selular di Indonesia yang sangat ketat.

Menurut dia, untuk bisa bersaing perseroan harus melakukan berbagai efisiensi yang memungkinkan, untuk dapat memberikan layanan yang terbaik dengan harga yang kompetitif, sehingga diminati oleh pelanggan.

Dalam hal ini, platform BSS dan VAS yang telah diselesaikan melalui solusi ZTE tersebut diharapkan bisa memudahkan Smartfren dalam mengelola sistem operasional dan bisnis, terutama pada billing sistem yang terkait dengan penagihan dan pemotongan pulsa pelanggan.

Selain itu, penyelesaian platform BSS dan VAS tersebut juga memungkinkan perseroan untuk dapat merancang suatu sistem layanan dan produk baru bagi pelanggan dengan waktu yang jauh lebih singkat.

“Kompetisi seluler di Indonesia sangat ketat, sehingga untuk bisa bersaing dengan operator lain yang lebih besar, kami harus selangkah lebih maju, dengan platform yang memadai, yaitu solusi BSS dan VAS yang dapat membantu dalam pembuatan produk/layanan baru. Hingga akhir tahun ini kami menargetkan pelanggan di kisaran 10 juta dari saat ini sekitar 7 juta," ujarnya, kemarin.

Sementara itu, dalam mendukung pencapaian target jumlah pelanggan tersebut, Smartfren tercatat telah memiliki sejumlah produk dan layanan baru untuk berbagai kalangan masyarakat, terutama di segmen menengah ke bawah.

Divisi High End Segmen Product Smartfren Joko Sriyono menuturkan perseroan telah memiliki sejumlah produk dan layanan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan dengan harga yang sangat kompetitif.

Untuk pelanggan dengan kebutuhan yang lebih pada aktivitas telepon dan pesan singkat (SMS) perseroan memiliki produk Smartfren Lokal Plus, sedangkan untuk pelanggan dengan kebutuhan yang lebih pada aktivitas sosial seperti chating, FaceBook, dan Twitter perseroan memiliki produk Smartfren Social.

Selain itu, untuk pelanggan dengan kebutuhan koneksi internet cepat dan layanan data perseroan memiliki produk Smartfren Connex, serta sejumlah produk lain seperti Smartfren Android Wide dan Smartfren BlackBerry Service.

"Kami memiliki sejumlah layanan dan produk dengan harga yang sangat kompetitif. Pelanggan tinggal menyeduaikan dengan kebutuhannya. Dengan maraknya aktivitas sosial di masyarakat, kami memiliki Smartfren Social untuk memenuhi kebutuhan itu," katanya.

Adapun, CEO Smartfren Rudolfo Pantoja menyatakan dengan terjadinya merger Smart Telecom dan Mobile-8, perseroan membutuhkan solusi baru dalam mengembangkan produk dan layanan, serta mengelola sistem operasional, terutama terkait dengan billing sistem secara terintegrasi.

Dalam pelaksanaan proyek itu Smartfren menunjuk ZTE untuk membantu penggabungan layanan dan pelanggan melalui platform BSS dan VAS. Solusi BSS dari ZTE sendiri termasuk OCS, CRM, layanan prabayar dan pascabayar terintegrasi.

Setelah menandatangani kerjasama pada Juni 2010, ZTE dan Smartfren mulai melakukan migrasi layanan dan pelanggan, yang diselesaikan pada 10 Oktober 2010, sedangkan migrasi jaringan Mobile-8 dilakukan pada 20 Desember.

Secara keseluruhan proyek ini dirampungkan dalam kurun 12 bulan, di mana waktu tersebut tercatat sangat cepat dalam dunia telekomunikasi, mengingat berbagai kesulitan yang dialami dalam penggabungan dua system yang berbeda.

“Guna memberikan layanan yang lebih efektif dan efisien kepada pelanggan, Smartfren berinisiatif menggabungkan BSS dan VAS antara Smart dan Mobile-8 yang sebelumnya berdiri sendiri. Solusi ini memungkinkan pelanggan kami sekitar 7 juta menikmati layanan dengan kualitas lebih baik,” tuturnya.

Managing Director ZTE Indonesia Chen Jiang menuturkan dalam proyek ini pihaknya berhasil mengatasi berbagai kendala teknis untuk menggabungkan dua sistem yang berbeda menjadi satu.

“ZTE juga telah menciptakan beberapa rekor baru, seperti waktu terpendek dalam penginstalan perangkat, waktu terpendek dalam proses debug atau pengecekan kerusakan sistem dan perangkat, serta waktu terpendek dalam pengujian perangkat,” terangnya.






[http://www.bisnis.com/infrastruktur/telekomunikasi/29240-smartfren-targetkan-10-juta-pelanggan]

Indosat patok aplikasi di I-Store capai 500 unit

PT Indosat Mega Media, penyedia jasa internet dan multimedia terkemuka di Indonesia, menargetkan jumlah aplikasi di I-Store mencapai 500 unit aplikasi hingga akhir tahun ini.

Andri Fisaterdi, Manajer Pengembangan Konsep PT. Indosat Mega Media (IM2) menyatakan saat ini jumlah aplikasi yang tersedia di toko aplikasi online tersebut sekitar 300 aplikasi. “Semua hasil kreasi dari kurang lebih 100 developer lokal,” katanya di sela peluncuran “IM3 Mobile Academy”, Selasa (28/6/11).

Untuk meraih target ini, tambah Andri, IM2 mengadakan sejumlah kompetisi maupun edukasi supaya para pengembang lebih termotivasi untuk menciptakan produk baru. “Sebenarnya potensi para pengembang konten dan aplikasi di Indonesia cukup besar, mereka hanya kurang termotivasi untuk mengembangkan aplikasi baru,” ujar Andri.

Hingga saat ini jumlah unduhan (download) yang telah dilakukan di I-Store mencapai 10.000 download. I-Store diluncurkan pada 15 Desember 2010, dan merupakan toko aplikasi online khusus platform Android.

Selain menggandeng developer lokal, IM2 juga bekerjasama dengan Google Advertising Mobile (admob) untuk pemasangan iklan di aplikasi yang ditawarkan secara gratis. Para developer meraih pendapatan dari pemasangan iklan tersebut.

IM2 belum menargetkan pendapatan dari I-Store pada tahun ini. “Kami hanya berfokus pada sosialisasi dan peningkatan jumlah aplikasi yang ditawarkan saja. Sejauh ini 60% pendapatan disalurkan kepada developer, sementara sisanya untuk IM2 dan pihak lain yang bekerjasama,” tutur Andri.

Sementara itu, PT Indosat Tbk, selaku induk dari IM2, terus berusaha mempertahankan loyalitas pelanggan kartu seluler IM3 dari segmen anak muda melalui event IM3 Mobile Academy.

Jay MS, Marketing Communication, Manager Event & Sponsorship Indosat , menyatakan 75% pelanggan layanan seluler IM3 ditopang oleh anak muda. “Acara semacam ini dapat menanamkan loyalitas pelanggan kami yang mayoritas anak muda,” katanya di sela acara tersebut.

Jay juga berharap melalui acara-acara semacam ini, tingkat perpindahan pelanggan (churn rate) akan menurun menjadi kurang dari 5%. “Saat ini churn rate kami berkisar 30% hingga 40%,” ujar Jay.

Acara yang berlangsung selama masa liburan sekolah tersebut merupakan wadah bagi para pelajar SMU dan sederajat dari seluruh Indonesia untuk mengisi liburan dengan berbagai kegiatan serta pelatihan yang disediakan oleh Indosat.

"Dalam acara ini, para pelajar diarahkan untuk mengembangan hobi serta minatnya agar menjadi sesuatu yang menguntungkan, melalui online media," kata Devimaz Gusmal, Division Head Brand Maintenance Indosat.





[http://www.bisnis.com/infrastruktur/telekomunikasi/29254-indosat-patok-aplikasi-di-i-store-capai-500-unit]

Rangkul Jurnalis, Telkomsel Hadirkan 'Cellular Updates'



Menyadari pentingnya peran media dalam menyebarkan informasi terkini seputar industri telekomunikasi, operator seluler Telkomsel memutuskan untuk menyelenggarakan acara 'Cellular Updates', yang bakal mengupas topik-topik hangat industri tersebut.

Namun tidak bisa dipungkiri pengetahuan seputar industri telekomunikasi tidaklah merata di kalangan jurnalis. Hal ini mencuatkan kekhawatiran tersendiri di kalangan operator maupun pelaku bisnis lain bahwa masyarakat akan memperoleh informasi yang kurang lengkap, atau bahkan salah.

Pertimbangan ini kemudian mendorong Telkomsel berinisiatif menggelar diskusi singkat setiap bulannya guna membahas topik-topik hangat di dunia telekomunikasi maupun teknologi.

"Industri seluler dan media mengalami perkembangan yang sangat dinamis serta memiliki keterkaitan sangat erat. Karena itu dibutuhkan keseimbangan informasi antara operator dan media sebelum meneruskan informasi itu kepada publik," jelas Deputy Vice President Corporate Secretary Telkomsel Aulia Ersyah Marinto pada gelaran Cellular Updates perdana di Bibliotheque, Sampoerna Strategic Building, Selasa (28/6/2011).

Selain menyediakan tempat, Telkomsel juga berkomitmen menghadirkan narasumber yang kompeten sesuai topik pembahasan. “Kami ingin ada pihak-pihak lain yang memberikan nilai lebih, dalam hal ini narasumber. Entah itu dari kalangan regulator, technology provider, atau bahkan psikolog,” tambah Aulia.

"Ini merupakan langkah awal kami untuk bisa memberikan informasi lebih dalam dan luas kepada masyarakat umum," pungkasnya.

Pada gelaran perdananya, Cellular Updates Telkomsel memilih untuk membahas layanan dompet mobile T-cash dengan narasumber Bambang Supriogo selaku Vice President T-cash Management.
 
 
 
[http://techno.okezone.com/read/2011/06/28/54/473678/rangkul-jurnalis-telkomsel-hadirkan-cellular-updates]

Layanan mobile life style Telkomsel targetkan kontribusi revenue 20%



PT Telekomunikasi Seluler atau dikenal dengan Telkomsel berharap kontribusi penggunaan mobile life style dapat memberikan kontribusi revenue tahun ini sebanyak 15% sampai 20%.
"Kami berharap bisnis dari mobile life style dapat memberikan kontribusi terhadap pendapatan Telkomsel tahun ini hingga 20%," jelas Vice President T-cash Management Telkomsel Bambang Suprayogo.

Dalam bisnis mobile life style tersebut, Telkomsel menawarkan tiga jenis layanan, antara lain digital music, mobile advertising, dan termasuk T-cash. Namun, dari ketiga layanan ini, yang sedang genjot adalah T-cash.
Menurutnya, dari jumlah pelanggan T-cash yang ada saat ini yakni sekitar 5,3 juta pengguna (Januari-Mei 2011), tercatat pengguna aktif hanya 3% dengan jumlah transaksi rata-rata 70.000 hingga 80.000 per pelanggan.

Saat ini, layanan T-cash juga sudah terjalin kerjasama dengan 471 perusahaan (merchant), transfer antar pengguna, dan sebentar lagi akan terkoneksi melalui ATM Bersama.
Dari gabungan kerjasama melalui perusahaan tersebut, sampai saat ini Telkomsel sudah memiliki sebanyak 12.204 titik jaringan terminal T-cash.





 [http://industri.kontan.co.id/v2/read/1309263744/71475/Layanan-mobile-life-style-Telkomsel-targetkan-kontribusi-revenue-20]

Layanan Mobile Payment, BI Panggil Bank dan Provider Telekomunikasi



Pesatnya perkembangan pembayaran melalui provider telekomunikasi dinilai tak mengancam bisnis perbankan. Kepala Biro Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia Aribowo menyatakan bank tak perlu takut kehilangan pendapatan.

Saat ini transaksi mobile money yang menggunakan telepon seluler hanya mengambil ceruk pasar amat kecil. Jumlahnya baru 2-3 persen dari total transaksi harian (RTGS).

Data bank sentral menunjukkan, kegiatan usaha pengiriman uang melalui lembaga nonbank mencapai 4.900 transaksi dengan nominal Rp 21 miliar per hari. Jumlah ini tak seberapa dibandingkan dengan transaksi perbankan. Menurut Ari, transaksi harian mencapai Rp 210 triliun, kliring harian Rp 7 triliun, dan transaksi harian anjungan tunai mandiri (ATM) Rp 5 triliun.

Jika dibandingkan antara transaksi mobile money dan banking, jumlahnya tidak lebih dari 10 persen. "Paling hanya 2-3 persen," ujarnya.

Direktur Utama Bank Negara Indonesia Gatot Suwondo mengatakan pesatnya perkembangan industri telekomunikasi bisa mengancam perbankan nasional. "Jika transaksi uang dikonversi dalam bentuk pesan singkat, bank akan bermasalah," katanya, Senin lalu.

Setidaknya ada Rp 70 triliun bentuk transaksi melalui layanan perbankan, salah satunya ATM. Transaksi tersebut paling banyak di bawah Rp 50 ribu untuk kebutuhan sehari-hari, misalnya membeli kebutuhan pokok.

Gatot, yang juga Ketua Perhimpunan Bank-bank Negara, meminta Bank Indonesia menetapkan aturan main yang jelas. Dia meminta industri telekomunikasi tidak membuka current account. "Bila dibuka current account, maka akan ada floating fund," dia menandaskan.

Floating fund terjadi ketika dana atau laba yang telah terkumpul hanya berada pada satu tempat. Jika ini terjadi, tidak akan ada kredit atau pemberian modal untuk pengusaha kecil.

Ari mengakui transaksi pembayaran di masa mendatang akan beralih melalui provider telekomunikasi. Bank sentral akan mengajak industri perbankan dan telekomunikasi membahas masalah ini. "Kami meminta kompetisinya jangan head to head. Sebetulnya perusahaan telekomunikasi lebih banyak ke mikro," katanya.

Bank bisa memetik peluang dengan melakukan ekspansi usaha. "Perusahaan telekomunikasi bisa membantu bank memperluas akses ke sistem pembayaran," kata Ari.

Sejumlah perusahaan seluler meluncurkan layanan pembayaran elektronik atau mobile payment berbasis pulsa. Bank Indonesia mencatat ada 11 perusahaan yang menggunakan layanan mobile payment. Mereka adalah PT Telkomsel melalui T-Cash, PT XL Axiata melalui XL Tunai, PT Indosat Tbk melalui Dompetku, dan PT Indosat Tbk melalui Flexy Card.






[http://www.tempointeraktif.com/hg/perbankan_keuangan/2011/06/18/brk,20110618-341533,id.html]

Operator Telekomunikasi Bersaing Self Service


Persaingan di industri telekomunikasi yang kian ketat menuntut para operator telekomunikasi bekerja keras merawat pelanggannya. Namun bisakah setiap keluhan pelanggan operator terlayani, pasalnya total jumlah pelanggan operator aktif saat ini melebihi jumlah penduduk Indonesia sekitar 243 juta kartu aktif, sementara jumlah penduduk Indonesia sekitar 237 jiwa.

Berdasarkan data yang dihimpun Surabaya Post, Telkomsel masih menduduki peringkat pertama jumlah pelanggannya yakni sekitar 103 juta, disusul Indosat sekitar 44 juta dan XL sekitar 43,5 juta, artinya secara umum bisa dibilang tiap orang memiliki lebih dari satu ponsel.

“Dengan jumlah sebanyak itu, tiap hari GraPARI (pusat layanan pelanggan Telkomsel) selalu penuh dikunjungi pelanggan, baik itu menanyakan prosedur penggunaan, layanan, keluhan atau meminta PUK karena kartunya terblokir. Begitu juga dengan call center,” kata Vice President Telkomsel Area Jawa Bali, Gilang Prasetya, Senin (30/5).

Untuk mengatasinya dikatakan Gilang, pihaknya banyak melakukan inovasi teknologi, salah satunya dengan melakukan pelayanan digitalisasi menggunakan T-Care. Dengan layanan tersebut pelanggan bisa langsung komplain atau meminta berbagai layanan dengan hanya menggunakan berbagai gadget yang mereka miliki seperti ponsel, Iphone, komputer, laptop dan lainnya yang memungkinkan koneksi internet.

Menurut Gilang, inovasi ini terbukti efektif, baik bagi pelanggan sendiri maupun bagi Telkomsel. Pasalnya dengan T-Care lebih menghemat SDM, namun tetap walaupun bisa di akses melalui internet, pihaknya juga tidak meninggalkan tanggung jawab melayani pelanggan dengan terus menambah kantor pusat layanan operator di berbagai daerah.

Selain itu, pelangganpun bisa meminta layanan dan keluhan tanpa ke costumer servis, yakni dengan menggunakan mesin self-care yang telah disediakan di GraPARI. Mesin T-Care ini semacam ATM di dunia perbankan. Hingga saat ini, sudah ada sekitar 80.761 pelanggan Telkomsel pascabayar yang mengakses layanan tersebut.

"Sekarang ini eranya self-service, self-care. Kalau pakai T-Care, pelanggan tidak perlu antre, sehingga bisa lebih hemat waktu," kata Gilang. Telkomsel sudah menyediakan 19 mesin T-Care di gerai GraPARI yang ada di Jatim. Adapun di Jateng terdapat 10 mesin T-Care. Di Bali dan Nusa Tenggara.

Inovasi lainnya juga di lakukan operator Indosat, untuk mempertahankan pelanggannya, Indosat menawarkan layanan yakni bebas cari dan pilih nomor sendiri, bebas pilih paket dan telah dilengkapi berbagai inovasi fitur on divice portal.

“Indosat mobile adalah langkah kami mempertahankan pelanggan dan menambah pelanggan baru. Pasalnya melalui riset, banyak pelanggan kami khususnya pelajar dan siswa menggunakan kartu kami, namun setelah lulus dan masuk kuliah kartu kami dibuang, tentunya sangat disayangkan. Banyak faktornya salah satunya karena nomornya kurang cantik, kurang bagus dan sebagainya. Makanya dengan layanan ini pelanggan baru kami bebas memilih nomor kesukaannya dan tentunya kalau sudah suka mereka akan sayang berpindah ke lain hati,” kata Hari Sukmono-Head of Region Central Java, East Java, Bali & Nusra, PT. Indosat Tbk.

Potensi pasar seluler yang dibidik Indosat melalui Indosat Mobile ini masih terbuka cukup lebar bukan hanya di kota besar seperti Surabaya, Semarang, Jogjakarta, Denpasar, akan tetapi dari paket benefit lengkap (voice, sms, dan data) akan mendorong penetrasi di kalangan professional muda di daerah berkembang seperti Magelang, Solo, Kediri, Madiun, Mataram, dan kota-kota lainnya.




[Surabaya Post]

News

 
Copyright © Agung Pulsa. Original Concept and Design by My Blogger Themes | Tested by Pulsa HP Murah | Best Credit Cards